Sunday, April 19, 2015

Batas

Jadi saya sudah punya jawabannya sekarang..
Bahwa kesabaran tidak memiliki batas, melainkan kewajaran yang berbatas

Kata orang kadar sabar setiap orang berbeda. Ada yang mudah marah, ada yang bisa terus nerimo. Sebagian orang meyakini sabar dan bodoh selisihnya tipis. Untuk itu saya menengahinya dengan batas wajar.

Semua orang bisa bersabar. Si pemarah pun bisa bersabar. Tapi ketika sesuatu yang ditunggu dengan kadar kesabaran itu kelewatan, disitulah muncul batas kewajaran. Saya ambil contoh menunggu. Ada yang bilang nunggu 15 menit itu lama, tapi ada yang bilang telat 1 jam itu normal dan ditoleransi.
Batas wajar......
Semua manusia terlahir dengan memiliki kesabaran, namun kadar toleransi yang saya sebut dengan kewajaran ini yang berbeda dalam asumsi masing-masing pribadi. Beberapa orang rela menunggu 1-2 jam demi memenuhi hasrat laparnya (karna katanya enak dan worth to wait). Sementara sisanya menganggap menunggu selama 1-2 jam hanya untuk makanan (seenak apapun) yang cuma terasa di lidah, singgah sementara di perut, dan berakhir di tinja adalah hal yang sia-sia.

Btw saya #teamwaktutidakdibuang. Saya ga sabaran. Waktu adalah hal yg penting buat saya. Betapa sayangnya saya sama waktupun, namun masih sering saya menyia-nyiakan waktu.
Lalu bagaimana dengan #teambuangbuangwaktu?

Saturday, June 7, 2014

Pembodohan Siswa Tersistematis

Tidak pernah bosan kita sebagai manusia pada umumnya untuk berkomentar. Mencampuri urusan orang bisa jadi hal wajib untuk sebagian manusia. Belum lagi membicarakan hal-hal kenegaraan berbau politis dianggap gaul diplomatis. Padahal mungkin menyinggung masalah isu pemilihan Presiden pun, kehidupan calon-calonnya hanya dapat diketahui melalui berita-berita yang sering orang baca. yang juga seringkali tak jelas sumbernya. Tapi membuat kita seakan-akan mengetahui segalanya.

Mengenai pendidikan, mendekati akhir semester, kita mulai membayang-bayangkan keadaan disemester depan akan seperti apa. Mahasiswa maupun siswa pada umumnya akan bercita-cita mulia untuk menjadi lebih rajin, mengerjakan tugas jauh-jauh hari, fokus belajar di dalam kelas. Seringkali harapan mulia itu sirna seiring berjalannya waktu.

Pagi tadi, di dalam perjalanan menuju suatu stasiun pengisian bahan bakar, saya berbincang dengan Ibu mengenai rencana kuliah semester depaan. Padahal ujian akhir semester ini saja belum dimulai. Obrolan itu menuju pada pertanyaan Ibu mengenai indeks prestasi saya. Indeks prestasi yang seolah-olah adalah garis finish bagi seorang pelari. Dengan jujur saya mengungkapkan bahwa indeks prestasi (atau sebut sajalah IP supaya tidak terlalu terdengar elite dengan mendengar kata "prestasi"-nya) saya adalah yang paling rendah diantara teman-teman main saya. Apakah saya terlalu bodoh? Apakah saya ini pemalas?


Judul tulisan saya diatas saya dapatkan dari sini:


Gambar yang saya dapatkan dari sebuah catatan di facebook milik teman saya. Ada beberapa kata yang membuat saya terngiang-ngiang: tukang menyelesaikan soal. Belum lagi, di catatan yang berjudul Bangsa Penyedia Kuli itu menyuguhkan sebuah frase kuli berdasi. Tujuan akhir yang bermula pada orientasi nilai tanpa ilmu. Bagaimana bisa kita menciptakan ilmuwan kalau dikelas kita hanya belajar bagaimana cara menggunakan rumus? Bahkan bimbingan belajar berseru-seru tentang kesederhanaan rumus yang ditemukannya, bukan dari mana rumus itu berasal. Okelah mungkin saya pribadi pun masih seperti itu. Bukan pemikir kritis.

Masih saya ingat jelas ketidakmampuan saya dalam hal menggambar. Setiap buku gambar saya ketika duduk di bangku sekolah dasar dulu, pasti ada 2 atau 3 halaman yang isinya gambar 2 gunung dengan matahari menyembul diantaranya (atau di pojok kanan atas) dan hamparan sawah yang dibelah oleh sebuah jalan. Itulah penjara imajinasi saya. Berkat guru yang imajinasinya juga terpenjara. Atau memang ada kurikulum di taman bermain untuk pelajaran menggambar: murid mampu menggambar gunung dengan blablabla-nya itu?

Diknas Bandung dengan bangga menyatakan bahwa pada 2015 akan ada 70% siswa lulusan SMK yang siap kerja dan sisanya SMU. Dosen-dosen pun dengan (mungkin tidak) gombal memotivasi mahasiswanya untuk berpenghasilan tinggi. Jangan mau ilmu kita dibayar murah, katanya. Atau memanfaatkan ketidaktahuan seseorang terhadap kebutuhannya membuat kita dengan mudah meraih keuntungan darinya. Sadarkah kita bahwa kita diajarkan mengejar ilmu untuk memenuhi nafsu? Minimal perut. Apa bisa duit segitu buat makan sebulan anak istrimu dan keperluan rumah tangga, katanya. Kita diajarkan untuk tidak menerima amplop tipis. Inilah dunia yang rakus dengan latar belakang kehidupan dinamis.



Selamat datang di dunia yang menyapa bulan namun tak menyapa tetangga sebelah halaman.
Selamat datang di dunia yang berteknologi tinggi dan membuat kita lupa rasanya berjalan kaki.
Selamat datang di dunia dimana kita bisa menyentuh tingginya awan tapi lupa bagaimana kabar kawan.
Selamat datang di dunia yang banyak meluluskan sarjana yang kecerdasannya telah sirna.
Selamat datang di dunia yang memiliki begitu banyak uang sebanyak hartanya dibuang-buang.
Selamat datang di dunia yang begitu duniawi hingga kita, manusia, lupa untuk menjadi manusiawi.

Friday, July 19, 2013

For everyone who think they are not lovable

"I will not care about what car you drive -or basically what vehicle you ride. Or where you live. Or who your daddy is. Or if you know someone who knows someone who knows someone. If you're part of A list, B list or nobody-ever-heard-of-you list. I don't give a damn.
I will not care about our first impressions, no matter how awkward, how weird, or even how ordinary it is.
I will not fall in love with your bones or skins. I will not fall in love with famous places you've been.
I will not fall in love with anything, but you.
And your words that flutter from your mind, and your acts that will speak for itself.
They are the only thing you own, the only thing I will ever remember you by,
and the only thing that can make me,
or anyone,
love you."



    Written by Amalia Pramadewi Djohan, BA (Hons).

    Saturday, May 11, 2013

    Cantikan mana?

    Jaman jaman beberapa bulan lalu jamannya baru ngetren apa yg disebut dengan "berhijab", saya gatau kenapa jadi banyak yg bilang gini, "cewek itu lebih cantik kalo berhijab.". Iya kah? Sekedar pujian memotivasi atau memang pujian yg tulus? Belakangan ini saya malah meyakini apa yg seorang teman baik saya yg bilang gini, "Cewek justru lebih cantik dilihat tanpa hijab.........ketika sudah halal.". Truuuee banget!! Kaya kebelet nikah ya :)))

    Wednesday, April 10, 2013

    Ia berkata, "ya Allah sesungguhnya tulangku telah lemah dan rambutku penuh uban, namun belum pernah aku kecewa dalam berdoa kepadamu, ya Tuhanku." - QS. Maryam : 4

    Friday, March 29, 2013

    Keep complaining

    Jadi saya lagi nyesel gitu. Ceritanya tadi siang saya chit chat lewat sms sama 'temen' saya. Dia bilang (yang pada intinya), "aku komplain tentang kamu buat kebaikanmu sendiri. Kamu juga boleh komplain ke aku tentang hal yg kamu ga suka dari aku,". Saya jawab, "semua itu cocok cocokan. Sekarang aku minta kamu berubah, besoknya aku bisa ga suka sama perubahanmu. Biarin aja. Biar aku yg nyesuaiin diriku sama kamu,".
    "berarti aku komplain salah dong? Ga gitu lagi deeh maaf yaa,"
    "ngga sih, toh buat kebaikanku juga kan,"

    Kurang lebih begitu........

    Nah detik ini teman saya itu abis komplain ke saya lagi. Terus gatau kenapa saya kesel. Keseeeel banget. Padahal biasanya engga. Rasanya kaya, oke kita balik lagi aja ke omongan kamu, stop complaining. Tapi ya ga bisa. Saya terlanjur bilang keep complaining. Menjilat ludah sendiri ga baik kan? Toh keep complaining juga buat kebaikan saya sendiri. Kurang lebih saya memang egois sih. Apa apa yg penting buat saya..buat saya sendiri..buat saya lagi..............

    Monday, February 4, 2013

    Horor

    Waktu itu saya mimpi. Mimpinya genre horor. Apa thriller ya? Kombinasi kayanya. Ceritanya serem soalnya saya hampir kebunuh sama seorang psikopat yang, apa ya? Sumpah psikopat banget. Kapan hari udah ngetik panjang panjang nih sampe tamat (mimpinya panjang bangetngetnget) malah ilang................ Langsung lemas dan malas. Kapan kapan yaa. Kukumpulkan niat dalam diri dulu..