Thursday, March 31, 2011

Tidak Selalu Hitam dan Putih

Guru adalah mereka yang menjadikan dirinya jembatan,
Para murid diundang untuk menyeberanginya,
Setelah semuanya menyeberang, dengan senang hati mereka mengundurkan diri,
Dan mendorong para murid untuk menciptakan jembatan sendiri
Nikos Kazantzakis

Ketika masih duduk di sekolah dasar, aku terlibat perdebatan sengit dengan seorang lelaki di kelasku. Aku sudah lupa topik perdebatan kami, tapi aku tak pernah lupa pelajaran yang kuperoleh hari itu.

Aku yakin sekali bahwa akulah yang benar, sedangkan ia salah. Sementara itu, ia juga yakin bahwa dirinyalah yang benar dan aku salah. Maka guru kami memutuskan untuk memberikan pelajaran yang sangat penting. Ia menyuruh kami maju ke depan kelas. Aku berdiri di satu sisi meja, sementara anak itu di sisi satunya lagi. Di tengah meja ada sebuah objek besar dan bundar. Aku melihat dengan jelas bahwa benda itu berwarna hitam. Lalu guru kami bertanya pada anak itu, apa warna benda tersebut. "Putih", sahutnya.

Aku tak percaya mendengarnya, sebab benda itu jelas-jelas hitam. Kami kembali berdebat, kali ini tentang warna benda tersebut.

Guru kami kemudian menyuruhku berdiri di tempat anak tadi, sementara anak tadi berdiri di tempatku. Kami bertukar tempat, dan sekarang guru kami bertanya padaku, apa warna benda itu. Aku terpaksa menjawab, "Putih," sebab benda itu mempunyai dua sisi yang berbeda warna. Dari sudut ini, warna yang kelihatan adalah putih, sedangkan dari sudut satunya, warnanya hitam.

Hari itu aku mendapatkan pelajaran penting. Kita mesti bisa menempatkan diri pada posisi orang lain dan melihat situasinya melalui mata mereka, supaya kita bisa benar-benar memahami perspektif mereka.


Judie Paxton
Chicken Soup for the Kid's Soul
 

No comments:

Post a Comment