Thursday, April 28, 2011

Cermin

duuuh lama lama jadi bingung mau ngepost apa --"
oyaa tadi di sekolah baru aja aku selesai baca buku temenku judulnya "Curhat Setan" (Fahd Djibran). slogannya lho karena berdosa membuatmu selalu bertanya. hmm ga bisa dibilang sepele kayanya. tapi aku suka buuuuanget gaya bahasanya, bahasannya. yang paling aku inget judulnya cermin.

oke, kita mulai dari kamu. ya kamu ! seberapa jauh kamu memaknai cermin yang kamu pelototi tiap hari ? cuma sekedar menatap bayanganmu dan memastikan tampangmu baik-baik saja ? sesederhana itukah ? aku sih menganggap cerminku lebih. aku memang menatap diriku disana menggerakkan apa yang aku gerakkan. aku suka menatap mataku sendiri dalam dalam hingga aku mendapati apa yang sesungguhnya ada di dalam mataku. mataku bercerita dan aku pun turut becerita. ya aku suka bercerita di depan kaca kepada diriku yang kulihat secara nyata itu. aku juga suka headbang di depan kaca dan melihat rambutku jatuh bagai hujan membelai wajahku.

asiknya, di curhat setan ini dikatakan sebuah opini tentang cermin adalah batasan. diumpamakan sebagai aku, aku melihat seseorang di dunia dalam cermin sana yang begitu mirip denganku dengan tubuh yang sama, dengan baju yang sama, melakukan gerakanku yang sebelumnya. eeh sebelumnya ? sepertinya dia persis sekali bergerak sepertiku tanpa telat sepersekian detik pun. mungkin dia adalah aku di dunia cermin sana. namaku mahes, barangkali dia disana bernama seham.
dia selalu ada tiap aku mencarinya di hadapan cermin. teman. ketika aku melambaikan tangan kanan, dia melambaikan tangan kiri. mungkin temannya juga sama seperti temanku. tapi entah, aku tak bisa menyentuhnya. ketika aku mencoba menempelkan tanganku pada tanganya, yang kudapati adalah cermin. kenapa harus ada batas ? aku tidak bisa memeluknya. hmm kalau aku bisa menembus cermin ini berarti aku bisa benar benar bertemu dengannya ?
aku berlari agar bisa menembus cermin ini. namun ternyata aku hanya menabrak cermin dan pecah. ah aku tidak dapat menemuinya secara utuh lagi. mungkinkah dia juga terluka sepertiku setelah menabrak pintu cermin ini ?
mungkin inilah yang dinamakan batas. sesuatu yang menjaraki kita padahal begitu dekat. sesuatu di antara hitam dan putih. sesuatu diantara air dengan udara

udah aku lupa endingnya yang ngebahas batas itu --"

No comments:

Post a Comment