Monday, June 27, 2011

aku

aku ini siapa ?
sejauh ini setauku aku punya beberapa sisi pribadi yang menurutku biasa saja. orang yg suka tertawa terbahak bahak juga bisa menangis hingga air matanya tidak bisa diperas lagi. seseorang yg maniak lukisan juga boleh bosan melukis kan ?
aku juga begitu. aku suka berada di tempat ramai tapi aku ingin sendiri. aku suka lagu yg membangkitkan semangat tapi aku ingin mendengarkan lagu yg sayu. aku suka berbicara dengan banyak orang tapi aku ingin diam saja. wajar kan ?
aneh rasanya ada seseorang yg menelepon ke hpku dan aku malas sekali menjawabnya walau aku ingin. ketika seseorang ingin datang ke rumahku untuk mencariku pun, aku tidak suka.
apa ya ? aku introvert ? entahlah, kadang aku bingung mengenai diriku sendiri. aku ini bawel tapi sepertinya tertutup. aku sanguin tapi plegmatis dan kadang koleris. aku pikir aku melankolis lho walau tidak pernah muncul ke permukaan. maksudku, siapa yg sadar aku melankolis ? yaa memang tidak pernah dapat predikat itu sih setiap tes SMPK.
kadang aku ingin orang orang mengubah pola pikirnya tentang diriku. aku berbeda dari yg mereka pikirkan dan orang kebanyakan. tapi sebenarnya aku sama saja. aku hanya sedikit [atau mungkin juga banyak] lebih labil. aku sekarang berumur 15 tahun dan tinggal menunggu tanggal untuk mendapatkan predikat sebagai seorang siswi SMA kelas XII yg sebagaimana kita ketahui adalah angkatan tertua yg masih menempuh pendidikan di sekolah tingkat SMA. salah ya ? salah langkah dari awal sepertinya.
aku ingin tetap kecil dan bebas. aku tiba tiba berpikir belum waktunya aku mengalami ini semua. aku ingat ketika aku berumur 13 tahun, aku harus dikitari orang orang berumur 14 - 15 tahun yg kebanyakan diantaranya membenciku dengan alasan yg menurutku tidak penting untuk dipermasalahkan. dan hingga sekarang aku bersama mereka, kami sudah berteman baik. dan mereka, yg dulu membenciku, sekarang membenci seseorang yg seumuran denganku namun menurut mereka dia terlalu sok. [menurut mereka] dia pikir dia yg paling bisa, dia pikir dia yg paling penting, dia pikir dia yg berkuasa. menurutku wajar jika memang diamanatkan seperti itu. mereka pernah mengikuti perintahnya dengan kesal kesal dan aku dengan kepala dingin mencoba berbicara kepadanya tentang pendapatku dan apa yg mereka inginkan. tapi dia memiliki alasan lain. aku sih terima saja jika memang begitu adanya. tidak salah karena memang dia yg memegang kendali. tapi temanku yg kesal itu tetap saja kesal melipat lipat wajahnya dan mencibir si pemegang kendali itu.
aneh ya ? mereka kan sudah besar. kenapa mereka sering kali kesal dan mengeluh bukan di tempatnya ? hm kalau bisa sih sebaiknya ya sudah jalani saja. tidak usah mencibir segala sambil teriak teriak dengan pandangan sinis. maksudku, ayolaah sedikit bersikap dewasa. hmm bukan maksudku aku sudah bersikap dewasa tapi tahanlah emosimu sedikit.
eh jadi out of topic --"
intinya aku berbeda dari apa apa yg pernah orang pikirkan dan aku terlalu jauh berbeda dari apa yg pernah orang lihat. aku tidak terduga

No comments:

Post a Comment