Friday, July 19, 2013

For everyone who think they are not lovable

"I will not care about what car you drive -or basically what vehicle you ride. Or where you live. Or who your daddy is. Or if you know someone who knows someone who knows someone. If you're part of A list, B list or nobody-ever-heard-of-you list. I don't give a damn.
I will not care about our first impressions, no matter how awkward, how weird, or even how ordinary it is.
I will not fall in love with your bones or skins. I will not fall in love with famous places you've been.
I will not fall in love with anything, but you.
And your words that flutter from your mind, and your acts that will speak for itself.
They are the only thing you own, the only thing I will ever remember you by,
and the only thing that can make me,
or anyone,
love you."



    Written by Amalia Pramadewi Djohan, BA (Hons).

    Wednesday, April 10, 2013

    Ia berkata, "ya Allah sesungguhnya tulangku telah lemah dan rambutku penuh uban, namun belum pernah aku kecewa dalam berdoa kepadamu, ya Tuhanku." - QS. Maryam : 4

    Thursday, January 31, 2013

    Keadilan

    Kadang waktu kita jujur, yg lain curang. Waktu kita berusaha, yg lain memanfaatkan. Hidup ini emang sebuah momentum. Keadaan keadaan gimana yang pasnya dimana. Kadang kita berwarna putih disaat yg lain gelap. Kemudian ragu dan menjadi abu abu. Nggak adil ya? Kenapa harus dipaksakan senada? Eh tapi saya juga ga berani sih buat jadi putih diantara yg gelap. Saya ga berani buat melangkah kearah perubahan..

    Hidup ini saya sadari emang ngga adil. Tergantung sih. Tergantung subyek perantara. Kalo antara saya sama kamu, saya sama orang lain, orang lain sama kamu, dan semacamnya ya emang ngga adil. Contohnya: saya hidup biasa biasa aja, pinter juga ngga begitu, rajin juga engga (oke ini ngefek ke pinter apa engga), muka standar, gaul juga engga, supel ya engga, berkata kata indah apalagi. Apa yg bisa saya banggakan dari diri saya? Apa yg bisa orang lain banggakan dari diri saya?

    Sedangkan teman saya ada yg cantik, kaya, pinter, pacar ganteng, ngerti agama. Istilahnya sih udah ngga ada kurang kurangnya deh. Sampe saya pernah ngobrol sama sahabat karib saya..
    "he anak itu lho kok sempurna ya"
    "iya kitanya gini gini aja. Dia apa ya yg kurang ya?"
    "kita aja gatau kali ya"
    "atau emang ngga ada"

    Ya mungkin memang ngga ada minusnya. Lalu dengan gamblang kita bilang hidup itu ga adil.

    Tapi coba lihat lewat perbandingan saya dan diri saya, kamu dan diri kamu, orang lain dan dirinya sendiri. Perbedaannya adalah waktu. Kalo tadi pagi saya ketawa ngakak ga karuan, malemnya pasti ada aja yg bikin bete atau bahkan sampe nangis. Itu deh contoh yg jelas ada tiap hari.

    Semakin disadarin adanya saya dan kamu, panas dan dingin, basah dan kering, air dan api, kotor dan bersih, salah dan benar itu merupakan bentuk sebuah keadilan kan?

    Masalahnya, keadilan itu ngga ada yg salah ngga ada yg bener kan buat jaman sekarang? Tinggal cocok apa engganya. Nah masalahnya lagi, sifat cocok cocokan itu relatif.........