Sunday, April 19, 2015

Batas

Jadi saya sudah punya jawabannya sekarang..
Bahwa kesabaran tidak memiliki batas, melainkan kewajaran yang berbatas

Kata orang kadar sabar setiap orang berbeda. Ada yang mudah marah, ada yang bisa terus nerimo. Sebagian orang meyakini sabar dan bodoh selisihnya tipis. Untuk itu saya menengahinya dengan batas wajar.

Semua orang bisa bersabar. Si pemarah pun bisa bersabar. Tapi ketika sesuatu yang ditunggu dengan kadar kesabaran itu kelewatan, disitulah muncul batas kewajaran. Saya ambil contoh menunggu. Ada yang bilang nunggu 15 menit itu lama, tapi ada yang bilang telat 1 jam itu normal dan ditoleransi.
Batas wajar......
Semua manusia terlahir dengan memiliki kesabaran, namun kadar toleransi yang saya sebut dengan kewajaran ini yang berbeda dalam asumsi masing-masing pribadi. Beberapa orang rela menunggu 1-2 jam demi memenuhi hasrat laparnya (karna katanya enak dan worth to wait). Sementara sisanya menganggap menunggu selama 1-2 jam hanya untuk makanan (seenak apapun) yang cuma terasa di lidah, singgah sementara di perut, dan berakhir di tinja adalah hal yang sia-sia.

Btw saya #teamwaktutidakdibuang. Saya ga sabaran. Waktu adalah hal yg penting buat saya. Betapa sayangnya saya sama waktupun, namun masih sering saya menyia-nyiakan waktu.
Lalu bagaimana dengan #teambuangbuangwaktu?